Tampilkan postingan dengan label Lintas Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lintas Kampus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 April 2013

“ Prees Realase ” Mahasiswa Menggugat Untuk UNPAR Yang Lebih Baik


KELUARGA BESAR MAHASISWA UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
( KBM UNPAR )
TAHUN 2013
“ Prees Realase ”
Mahasiswa Menggugat Untuk UNPAR Yang Lebih Baik 

Tanggal 08 April 2013, Pesta Demokrasi ditingkat Universitas Palangka Raya atau sering di dengar Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya. Dalam rangka Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya, pemimpin yang terpilih memimpin selama 4 tahun, silih berganti pergantian pemimpin rektor, tetapi tidak ada efek bagi pesta demokrasi yang baik dilaksanakan. Namun peristiwa demi peristiwa selalu mengiris hati bagi para mahasiswa yang ada di kampus ini termasuk segenap mahasiswa universitas palangka raya. Persoalan mengenai pemilihan rektor di universitas palangka raya adalah suatu hak di dalam mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak, namun dengan adanya pentasan drama dari para pemimpin / calon rektor bahwa wacana pendidikan tidaklah berarti bagi mereka demi mengkedepankan kepentingan pribadi.

Pesta Demokrasi seperti terdengar namanya KKN seakan tidak pernah surut bahkan semakin meningkat dimana KKN yang selalu bermunculan dan belum selesai namun kasus baru pun bermunculan dengan secara bergiliran, Kasus Jual Beli Diktat, Jual Beli Nilai, Jual Beli Skripsi, Transparansi keuangan secara detail Terutama dana untuk kegiatan kemahasiswaan ( BEM, UKM, HMPS, HMJ, MENWA, KSR, PRAMUKA, KOPMA ) dari mana sumbernya dan berapa nominal ? Sehingga masih belum selesai cerita permasalahan di universitas palangka raya ditambah lagi para calon pemimpin pagi ini melaksanakan pesta demokrasi, sehingga hati nurani mereka yang terpilih nanti bisa mementingkan kepentingan mahasiswa, jangan hanya mementingkan rezim - rezim para penguasa di kampus ini.

Masalah tentang hak kebebasan mahasiswa dalam berpendapat yaitu kami sebagai mahasiswa masih di bungkam melalui intervensi dan intimidasi terhadap mahasiswa. Bahwa sistem pendidikan ini masih tetap menjadi pilihan rezim ini dibawah tekanan para penguasa dengan adanya Kebijakan serta aturan-aturan untuk mahasiswa, sekaligus menguatkan rumor bahwa “ Orang miskin di larang sekolah apalagi kuliah ”. Anggaran 20% untuk pendidikan pun itu tidak murni karena harus dibagi dengan penunjang infrastruktur gedung dan peningkatan kapasitas para dosen - dosen. Sistem komersialisasi dan privatisasi pendidikan ini diterapkan pada hari ini apakah mahasiswa secara penuh bisa mendapatkan pendidikan layak pada hari ini. Harapan kami sebagai mahasiswa universitas palangka raya bisa terwujudnya layanan pendidikan yang prima, adil dan merata untuk membentuk insan universitas palangka raya cerdas komprehensif, serta sejahtera dan bermartabat, menciptakan pendidikan berkualitas dan terakses serta merata Kualitas / Mutu dan relevansi, kesetaraan, dan kepastian memperoleh Layanan Pendidikan di universitas palangka raya. Mengembangkan berbagai regulasi kebijakan di kampus terhadap pelaksanaan standar nasional pendidikan.
Dengan adanya berbagai macam masalah terkait problema keadaan sistem pendidikan yang ada dikampus unpar, Kami selaku mahasiswa universitas palangka raya menyatakan sikap kepada Calon Rektor yang nantinya terpilih sebagai Rektor Universitas Palangka Raya agar dapat menjalankan tuntutan kami sebagai berikut : 

  1. Berikan Hak Suara memilih dalam pemilihan Rektor berikutnya melalui perwakilan Mahasiswa dengan mengubah Statuta Universitas Palangka Raya.
  2. Berikan Transparansi Seluruh pengelolaan keuangan di Universitas Palangka Raya kepada seluruh Civitas akademika atau publik.
  3. Segera realisasikan pembuatan KTM Elektronik kepada seluruh Mahasiswa Universitas Palangka Raya.
  4. Berikan sarana dan fasilitas yang memadai untuk menunjang proses belajar mengajar.
  5. Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa berhak mendapatkannya.
  6. Hentikan pemerasan dan pungutan liar terhadap Mahasiswa.
  7. Segera fungsikan rumah susun Mahasiswa untuk Mahasiswa.
  8. Perbaikan infrastruktur kampus khususnya jalan di dalam kampus (Kejelasan status jalan Bukit Kaminting).
  9. Hentikan dan tindak tegas praktek jual beli nilai, skripsi, dan tesis.
  10. Perbaiki sistem Reformasi birokrasi UNPAR.
  11. Mahasiswa harus terlibat dalam menentukan kebijakan universitas yang berkaitan dengan kepentingan Mahasiswa. 
  12. Mahasiswa harus mengetahui secara tertulis mengapa dia tidak lulus dalam mata kuliah (tanggung jawab dosen) acuannya PP No.37 Tahun 1999 tentang Dosen Perihal pemberian nilai dan penentuan kelulusan Mahasiswa.
  13. Fungsikan dan libatkan mahasiswa dalam lembaga bantuan hukum (LBH) di UNPAR.
  14. Berikan kejelasan mengenai kurikulum akademik di UNPAR (TOEFL).
  15. Berikan kejelasan mengenai pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi khususnya pengabdian kepada masyrakat (K2NM).
Jurubicara : Nico

Demo Mahasiswa Tegang, Calon Rektor Sepakati Fakta Integritas



Selasa, 09 April 2013 16:19:41 WIB

PALANGKA RAYA-Sedikitnya 50 mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Palangka Raya (Unpar), melakukan aksi unjukrasa ke Rektorat untuk menyampaikan aspirasinya. Long march dilakukan dengan berjalan kaki dari Sekretariat BEM Unpar dan menyanyikan lagu dan teriakan seraya membentangkan spanduk bertuliskan "Mahasiswa Menggugat Untuk Unpar Yang Lebih Baik", Senin (8/4).

Awalnya kumpulan aktivis ini berkumpul di halaman Rektorat dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Sumpah Mahasiswa kemudian merangsek lebih ke depan, tepat dipintu masuk Rektorat. Aksi ini sempat diwarnai ketegangan saat puluhan mahasiswa Unpar yang datang ke halaman rektorat untuk melakukan aksi dihadang oleh aparat pengamanan kampus, sehingga terjadi sedikit keributan sebelum mahasiswa melakukan aksi unjukrasa.

Aktivis mahasiswa mengaku prihatin dengan sistem pembelajaran di Unpar, karena selama menjadi mahasiwa di Unpar sama sekali tidak pernah melihat Rektor Unpar. Padahal dia mengaku sering mengikuti kegiatan di Unpar sehingga dalam pemilihan rektor tahapan pertama yang akan digelar hari ini, diharapkan bisa menyeleksi calon rektor yang dekat dengan mahasiwa. Bukan seperti rektor yang sekarang, sulit ditemui. Uang SPP kami yang dibayarkan kepada universitas tidak jelas juntrungannya. Untuk pembayaran Prodi, Fakultas, SPP tidak jelas, kami curiga uang itu ditilep oleh pejabat yang ada di kampus, teriak salah satu pendemo dalam orasinya.

Tidak berapa lama kemudian, Ketua Pemilihan calon Rektor Unpar Prof DR I Nyoman Sudyana Msc kelua menemui pendemo. Dia mengatakan seharusnya aspirasi ini bisa dikordinasikan setelah ada Rektor yang terpilih untuk menyampaika aspirasi yang diinginkan.Saya dulu juga aktivis, sama seperti kalian. Jika ada yang mau disampaikan, mari kita kordinasikan sama-sama, ucap Prof Nyoman. Menariknya, saat sedang berlangsung unjukrasa tersebut, Rektor Unpar yang akan habis masa jabatannya Dr Drs Henry Singarasa melintas di depan kumpulan pendemo dengan mobil dinasnya menuju parkiran belakang ia pun menemui pendemo. Ini apa yang diinginkan? Ini baru pemilihan tahap I. Nanti Berikutnya wakil Menteri datang, malu kita nanti. Setelah ini kalian bubar, tukas Henry.

Meski sudah ditemui oleh panitia dan rektornya, pendemo tetap meninginkan beretemu secara langsung dengan ke empat calon rektor hingga akhirnya menemui mereka dan menyepakati fakta integritas dengan membubuhkan tandatangan, Saat dibincangi wartawan usai aksi, Setyawan salah satu pendemo mengatakan jika fakta integritas yang ditandatangani calon rektor itu sifatnya mempunyai dasar hukum yang kuat karena disertai materai sehingga wajib dilaksanakan. Nanti jika mereka tidak bisa melaksanakan poin-poin ini, jelas dipoin kelima mereka bersedia mundur dan saya berharap jangan ada intimidasi saat kami melakukan aksi, kata Setyawan diamini rekannya, Ricky Kaharap.. Terpisah, Dr Drs Henry Singarasa MS selaku Rektor Unpar mengatakan jika menganai sarana dan pra sarana kampus seperti yang disampaikan mahasiswa tadi, pihaknya terbentur dengan minimnya anggaran yang ada. Jadi tidak bisa begitu saja mengadakan pembangunan secara besar-besaran. "Kalau dana tiap tahun yang keluar Rp 100 miliar, kita bisa saja melakukan pemeliharaan secara maksimal. Tapi dana yang keluar hanya Rp 20 miliar untuk pembangunan gedung pascasarjana", pungkasnya. Sebagai informasi, KBM Unpar akan kembali membuat aksi lanjutan pada putaran kedua Pemilihan Rektorat Unpar. Aksi lanjutan itu bertujuan untuk menegaskan kembali rektor yang terpilih agar secara konsisten melaksanakan tuntutan mahasiswa.(kam/viv)


“KTM DAN ATM di STAIN PALANGKA RAYA TERITEGRASI DALAM SATU KARTU”


KTM DAN ATM di STAIN PALANGKA RAYA TERITEGRASI DALAM SATU KARTU”

OLEH ABDUL JAMIL | 03 APRIL 2013
STAIN Palangka Raya kerjasama dengan bank Muamalah melakukan kerjasama dalam hal pembuatan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) yang teritregasi dengan ATM Bank muamalah, kelebihan dari Kartu Tanda Mahasiswa ini, selain untuk regretasi Mahasiswa yang menempuh studinya di STAIN Palangka Raya juga bisa berfungsi sebagai ATM. Yaitu berfungsi untuk tarik tunai, transfer dan fungsi-fungsi ATM sebagaimana ATM yang dikeluarkan dari Bank-Bank lainnya. Kerjasama antara kedua lembaga ini sudah berjalan beberapa tahun dan akan terus ditingkatkan dengan program yang lainnya.
Dalam pernyataan Kasubbag Mikwa Rayati, M. Si mengatakan “...Bahwa untuk tahun ini KTM yang teritegrasi dengan ATM Bank Muamalah ini diperuntukkan untuk Mahasiswa/i STAIN Palangka Raya, tahun akademik 2008/2009 hingga 2012/2013”.
Lanjut Rayati “...Bagi Mahasiswa yang belum  memiliki KTM tersebut dapat mendaftarkan dirinya  di Teras/Pendopo Mikwa dari tanggal 18 s/d 21 Maret 2013. Sebab kami dari pihak Mikwa telah mendatangkan petugas dari bank Muamalah untuk proses pembuatan KTM tersebut, adapun sarat dan ketentuan dalam pembuatan KTM ini hanya mengisi formulir yang disediakan oleh pihak Bank Muamalah, Menyerahkan Ft Copy KTP, dan menyetor tabungan dengan nominal Rp. 25.000,-“
KTM ini sangat diperlukan bagi Mahasiswa/i yang menempuh pendidikannya di STAIN Palangka Raya, sebab selain sebagai Identitas Mahasiswa/i STAIN juga sebagai sarat dalam melakukan kegiatan dan layanan-layanan yang ada di lembaga Pendidikan Agama terbesar di Kalimantan Tengah ini, karena Lembaga Pendidikan STAIN Palangka Raya ini sudah menggunakan sistem digital yang dikoneksikan pada KTM, sehingga Mahasiswa yang tidak mempunyai KTM ataupun  Mahasiswa yang KTMnya hilang, maka secara otomatis tidak bisa mendapatkan layanan-layanan yang ada di lembaga ini. @Humas_Jamik4